Profil Staf
Fabby Tumiwa
Direktur Eksekutif
Selama 10 tahun terakhir Fabby bekerja untuk isu-isu energi dan perubahan iklim. Fabby juga terlibat dalam berbagai penelitian dan kajian tentang kebijakan tata kelola energi dan kelistrikan di Indonesia. Dia juga memiliki pengalaman teknis dalam merancang dan mengembangkan proyek energi terbarukan khususnya solar PV, biogas, dan micro-hydro. Fabby juga aktif dalam negosiasi perubahan iklim internasional sejak 1999. Sejak 2006 dia menjadi anggota delegasi Indonesia (DELRI) di berbagai forum negosiasi perubahan iklim (UNFCCC).
Sebelum bergabung dengan IESR, Fabby sempat bekerja di sejumlah NGO di Indonesia. Dia juga dikenal oleh media sebagai ahli analisa energi dan ketenagalistrikan Indonesia. Komentar, tulisan serta analisanya juga dipublikasikan di berbaga media baik cetak dan elektronik. Fabby berlatar belakang pendidikan teknik elektro, dan sempat mengambil studi sistem listrik tenaga matahari di Jepang. Fabby juga sempat mengenyam beasiswa bergengsi, Eisenhower Fellowship di tahun 2009 (www.eisenhowerfellowships.org).
Kontak Fabby Tumiwa:Â fabby_at_iesr-indonesia.org
Henriette Imelda Rambitan
Koordinator Program
Henriette Imelda Rambitan atau akrab dipanggil Ime bergabung dengan IESR sejak September 2009. Sebelum bergabung dengan IESR, Cewek yang hobi travelling ini sempat bekerja di NGO Pelangi selama tiga tahun. Saat itu dia fokus pada isu Mitigasi Perubahan Iklim, khususnya pada isu-isu perdagangan karbon (CDM dan Voluntary Market). Sepanjang bekerja di Pelangi dia juga sempat melakukan penelitian tentang Mitigasi Perubahan Iklim di Komunitas terutama di area energi terbarukan (microhydro) dan efisiensi energi (masak dengan menggunakan kompor) sebagai bagian program SSN  (SouthSouthNorth – sebuah jaringan NGO yang ada di enam Negara: Brazil, Indonesia, Mozambique, Bangladesh, Afrika Selatan dan  Tanzania). Di tahun 2004 – 2005, dia bekerja sebagai asisten peneliti untuk  Shell International Chemical,  yang melakukan penelitian pada unit CO2 removal untuk pabrik Etilen Oksida Ethylene Glycol milik Shell.
Kontak Henriette Imelda Rambitan: imelda_at_iesr-indonesia.org
Siti Badriyah
Climate Justice Program Officer (Staf Program Keadilan Iklim)
Siti demikian sapaan akrab perempuan asal Purwodadi, Jawa Tengah ini adalah lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Jurusan Kesehatan Lingkungan, Universitas Indonesia. Siti juga sempat mendapatkan beasiswa pada program pertukaran pelajar di Universitas Hirsohima, Jepang dengan mengambil studi budaya, dan bahasa serta kaitannya dengan Kesehatan Lingkungan. Dia juga terpilih sebagai mahasiswa terbaik di Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia di tahun, 2007.
Sebelum gabung dengan IESR, Siti bergabung sebagai peneliti kesehatan masyarakat selama dua tahun untuk Proyek Peneliti Tzu Chi dan University of Taiwan di  Cengkareng, Tanggerang, Banten.
Kontak Siti :Â siti_at_iesr-indonesia.org
Musfarayani
Staf Komunikasi dan Pengembangan Data Base
Perempuan yang akrab dipanggil Fay ini, sebelumnya pernah menjadi journalist dan penulis lepas. Tulisannya pernah dipublikasikan berbagai media nasional yang ada di Jakarta. Dia juga aktif menulis puisi dan seorang blogger (ehem ^_^). Sebelum bergabung dengan IESR dia sempat menjadi Senior Communication untuk  Community Outreach Program untuk Irish Red Cross di Banda Aceh. Sempat pula menjadi Media Campaigner untuk Walhi Eksekutif Nasional/ Friends of The Earth Indonesia, setelah sebelumnya hiruk pikuk menjadi District facilitator di kampung-kampung padat penduduk di Jakarta untuk program Health Service Program, John Snow Institute. Di sela kerjanya, dia juga aktif menjadi trainer dan fasilitator untuk kursus media promosi, penulisan dan jurnalistitik. Fay juga sempat bergabung untuk KKI Warsi yang mefokuskan diri pada isu indigenous people dan Community Base Forest Management di Provinsi Jambi (2004-2005).
Kontak Fay: fay_at_iesr-indonesia.org
Kharina Dhewayani
Staf Senior Administrasi dan Keuangan
Kharin demikian panggilan akrab cewek peraih gelar diploma Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) jurusan Hukum Pajak tahun 1996. Dia kemudian melanjutkan studinya di Universitas Sumatera Utara dan meraih gelar S1 di jurusan Akutansi Ekonomi.
Sebelum bergabung dengan  IESR, Kharina sempat bekerja di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Medan sebagai auditor pajak selama empat tahun. Setelah itu dia pindah ke Jerman dan bekerja sebagai staf di AWO,  Duisburg, North Rhein Westfallen selama tiga setengah tahun. Setelah dia kembali ke Indonesia, perempuan yang akrab di panggil Kharin ini kemudian bergabung dengan NGO  Heifer International sebagai  Finance Program Officer  dan tanggungjawab terbesarnya di sana adalah melakukan internal audit dan monitoring budget untuk 35 NGO lokal sekitar Sumatera.
Kontak Kharina:Â kharina_at_iesr-indonesia.org
Thomas Hladik
Penasihat untuk Pengembangan Organisasi
Bergabung dengan IESR tahun 2007, sebelumnya Thomas pernah bekerja di berbagai NGO baik di Inggris, Kamboja, dan Indonesia.
Kontak Thomas:Â thomas_at_iesr-indonesia.org
.
Elisabeth Tri Astutiningtyas
Asisten Program untuk Program Akses Energi
Tyas, demikian panggilan akrabnya adalah lulusan Sanata Dharma, Yogyakarta (2002-2006) untuk Pendidikan Bahasa Inggris. Kini dia tengah mengambil Masternya di Fakultasi Psikologi Universitas Indonesia, tentang Intervensi Sosial.
Sebelum bergabung menjadi Program Asisten untuk kampanye Akses Energi- Service for All, Tyas pernah bekerja di SMA Methodist, Jakarta sebagai guru bahasa Inggris dan Guru untuk persiapan TOEFL selama dua tahun (Juli 2007 – Juni 2010), serta di pra-sekolah TEAC.
Kontak Elizabeth Triastuti: tyas_at_iesr-Indonesia.org
Morentalisa Hutapea
Asisten Program untuk Program Reformasi Industri Ekstraktif
Morentalisa merupakan mahasiswa tingkat akhir di Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Sembari menjalankan tugasnya di IESR, Morentalisa Hutapea masih menjalankan tanggung jawabnya sebagai asisten dalam matakuliah Dinamika Kawasan Asia Selatan dan Asia Tengah di Departemen Ilmu Hubungan Internasional.
Sebelum bergabung di IESR, Moren pernah bekerja di sebuah NGO bernama Pro-Patria. Selain menaruh perhatian terhadap industri ekstraktif, perhatian Morentalisa terhadap isu lingkungan telah membawanya menjadi delegasi untuk World Leadership Conference dan Asian Youth Energy Summit di Singapura pada tahun 2009.
Kontak Morentalisa: morentalisa_at_iesr-indonesia.org
Febi Dwirahmadi
Associate Researcher
Febi adalah Senior Officer of Disaster Risk Reduction di Federasi Palang Merah Internasional (IFRC) Indonesia. Sebelumnya bekerja di IESR sebagai koordinator program. Pada saat ini di IESR Febi berperan sebagai Research Associate untuk program perubahan iklim perkotaan (Urban Climate Change Program). Febi menempuh pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan mendapatkan gelar Master dari Griffith University Australia.
Nurmansyah Surya Adiputra

Asisten Program untuk Program Reformasi Industri Ekstraktif
Surya meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia jurusan Sosiologi. Minat utamanya adalah lingkungan,sosiologi, dan politik ekonomi. Dia memiliki pengalaman dalam berbagai jenis penelitian mulai dari ekonomi, sosial dan politik.
Kontak Surya: surya@iesr-indonesia.org
Popularity: 6% [?]




